RRI.CO.ID, Semarang – Tren investasi di Jawa Tengah terus menunjukkan perkembangan positif pada semester I 2026. Namun, peningkatan nilai investasi itu dinilai belum cukup jika tidak dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab kebutuhan dunia industri.
Pengamat Ekonomi Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, Tri Widayati, mengapresiasi pertumbuhan investasi di Jawa Tengah, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Menurutnya, keberhasilan menarik investor harus diikuti upaya menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Ia menilai pembangunan investasi dan pembangunan kualitas SDM tidak bisa dipisahkan. Sebab, perkembangan industri akan sulit memberikan manfaat optimal apabila perusahaan kesulitan memperoleh tenaga kerja yang memiliki keterampilan yang dibutuhkan.
"Kalau kita lihat bahwa perusahaan-perusahaan besar itu tentu mempunyai standar terhadap kebutuhan untuk investasi yang dia lakukan. Jadi, investasi itu harus disertai dengan pembangunan sumber daya manusia sehingga jangan sampai industri berkembang pesat tetapi pekerjaan dan keterampilan dari tenaga kerja ini tidak bisa memenuhi kebutuhan," ujarnya dalam Dialog Semarang Menyapa RRI Semarang, Senin, 3 Agustus 2026.
Tri mengatakan pemerintah daerah perlu memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia usaha melalui program link and match. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan sekolah menengah kejuruan, perguruan tinggi, balai latihan kerja, hingga lembaga sertifikasi profesi agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Selain itu, menurutnya, pemetaan kebutuhan tenaga kerja di setiap kawasan industri juga perlu dilakukan secara berkala. Dengan begitu, program pelatihan yang disusun pemerintah akan lebih tepat sasaran dan mampu menghasilkan tenaga kerja yang siap memasuki dunia industri.
"Adanya pelatihan berbasis kompetensi, ada program magang yang terstruktur, ada sertifikasi profesi dan peningkatan keterampilan ataupun pelatihan teknis. Di sini, pemerintah juga dapat mendorong perusahaan membuat komitmen mengenai proporsi tenaga kerja lokal, program pelatihan teknologi dan jenjang karier pekerja," katanya.
Ia menambahkan, langkah tersebut tidak hanya akan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, tetapi juga memperkecil kesenjangan antara kebutuhan industri dan kemampuan pencari kerja. Pada akhirnya, investasi yang masuk ke Jawa Tengah diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah secara berkelanjutan.