RRI.CO.ID, Semarang – Sebanyak 49 universitas ternama dari Taiwan hadir dalam Taiwan Higher Education Fair Indonesia yang digelar di The Suri Ballroom Queen City Mall Semarang, Selasa, 4 Agustus 2026. Melalui pameran ini, Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) membuka akses informasi pendidikan tinggi, beasiswa, hingga peluang studi di Taiwan bagi pelajar Jawa Tengah.
Ketua ICATI Jawa Tengah, Fandi Chandra, mengatakan kehadiran puluhan perguruan tinggi tersebut diharapkan memudahkan calon mahasiswa memperoleh informasi secara langsung dari masing-masing kampus. Menurutnya, antusiasme pengunjung sejak hari pertama menunjukkan minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke Taiwan terus meningkat.
"Ini ada 49 universitas yang mengikuti acara ini. Jadi sangat banyak sekali, universitas-universitas terkenal dari Taiwan," ujarnya.
Fandi menjelaskan, salah satu daya tarik utama kuliah di Taiwan adalah biaya pendidikan dan biaya hidup yang relatif terjangkau. Bahkan, menurutnya, biaya kuliah di Taiwan tidak jauh berbeda dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
"Biaya kuliah di Taiwan tidak semahal yang diperkirakan, bisa dibilang hampir sama dengan biaya kuliah di Jakarta. Begitu juga biaya hidup di sana yang relatif terjangkau," katanya.
Ia menambahkan, selama ini program studi bidang teknologi dan bisnis masih menjadi pilihan favorit pelajar asal Jawa Tengah. Kedua bidang tersebut dinilai memiliki prospek karier yang menjanjikan seiring berkembangnya industri berbasis teknologi dan ekonomi digital.
Penyelenggaraan pameran ini juga mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama Setda Provinsi Jawa Tengah, Edy Iswanto, menilai kegiatan tersebut menjadi wadah bagi generasi muda untuk memperoleh informasi pendidikan sekaligus memperluas jejaring internasional.
"Ini event yang sangat bagus karena menawarkan banyak peluang dan kesempatan. Mulai dari informasi beasiswa, pilihan program studi, hingga berbagai fasilitas pendukung selama menjalani pendidikan di negara tujuan," katanya.
Menurut Edy, pendidikan internasional tidak hanya memberikan bekal ilmu pengetahuan, tetapi juga membuka kesempatan membangun jejaring global yang penting bagi pengembangan karier. Ia berharap semakin banyak pelajar Jawa Tengah memanfaatkan peluang tersebut untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di masa depan.
"Tantangan ke depan mengharuskan kita mempersiapkan generasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memiliki jejaring yang kuat di tingkat global. Event ini memberikan ruang yang luas untuk itu," ujarnya.