RRI.CO.ID, Semarang – Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) berhasil masuk dalam jajaran QS Asia University Rankings (AUR) 2027. Capaian pada 2026 ini menjadi prestasi baru bagi Unimus yang baru berusia 27 tahun dalam memperluas daya saing di tingkat internasional.
Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., mengatakan, pencapaian tersebut menunjukkan perkembangan kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Hasil ini juga menjadi motivasi untuk terus memperkuat mutu akademik dan daya saing di tingkat regional maupun internasional.
"Alhamdulillah, mulai tahun ini Universitas Muhammadiyah Semarang masuk dalam jajaran QS Asia University Ranking. Ini menjadi capaian baru bagi Unimus," ujarnya di sela Wisuda ke-50 sesi ketiga, Rabu 4 November 2026.
Selain mencatatkan prestasi internasional, Unimus mewisuda 1.860 lulusan dalam rangkaian Wisuda ke-50 yang berlangsung selama dua hari dan terbagi dalam empat sesi. Para lulusan berasal dari jenjang diploma, sarjana, magister hingga profesi spesialis.
Masrukhi mengatakan, lulusan Unimus tidak hanya dibekali ilmu sesuai bidang studi, tetapi juga nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah. Kedua aspek tersebut menjadi bekal untuk menghadapi kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja.
"Jadi, lulusan Unimus diharapkan memiliki dua penguasaan penting. Pertama, kompetensi keilmuan sesuai bidangnya dan kedua, nilai-nilai keagamaan berdasarkan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan," jelasnya.
Menurut Masrukhi, perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar terhadap dunia kerja. Lulusan perguruan tinggi juga harus menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity), yang ditandai perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas.
“Tantangan tersebut tidak hanya dihadapi lulusan perguruan tinggi di Indonesia, tetapi juga menjadi persoalan di berbagai negara. Karena itu, kemampuan akademik saja tidak cukup untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang,” tegasnya.
Untuk mempersiapkan lulusan menghadapi tantangan tersebut, Unimus memberikan pembekalan melalui penguatan kompetensi akademik dan keterampilan nonakademik atau soft skill. Pengembangan kemampuan itu dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan aktivitas kemahasiswaan.
"Kami sudah mengantisipasi dengan memberikan pembekalan yang baik, baik dari aspek kompetensi keilmuan maupun soft skill. Harapannya, lulusan Unimus siap menghadapi era VUCA," katanya.
Saat ini, terdapat 112 mahasiswa asing dari delapan negara yang menempuh pendidikan di kampus tersebut, di antaranya berasal dari Timor Leste, Pakistan, Libya, Ghana, dan Thailand. Dalam Wisuda ke-50, tujuh mahasiswa asal Timor Leste turut diwisuda dari program magister bidang kesehatan. Mereka tersebar di sejumlah program studi, mulai dari manajemen, kesehatan, bahasa hingga pendidikan.
Masrukhi berharap capaian QS Asia University Rankings menjadi momentum bagi Unimus untuk memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kualitas lulusan. Dengan demikian, kampus diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten secara akademik, memiliki karakter, serta siap menghadapi persaingan global.